Postingan PSI Supaya Orang Tidak Mengulang Pemerintahan Korupsi

Postingan PSI Supaya Orang Tidak Mengulang Pemerintahan Korupsi – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Mei 2018 lantas memposting video mengenai pemerintahan pada Orde Baru. Video itu berbuntut pada laporan polisi. Apa argumen PSI memposting video yang pada akhirnya jadi viral itu?

Ketua DPP PSI Tsamara Amany menyampaikan, posting video itu ditujukan menjadi pendidikan politik pada orang-orang. Hal itu supaya tidak berlangsung lagi pemerintahan yang membuahkan korupsi, kolusi serta nepotisme (KKN).

” Dalam bulan Mei, kita memang mengupload banyak video mengenai Orde Baru. Maksudnya adalah untuk kembali kenang 20 tahun tragedi Mei. Ini lagi-lagi pendidikan politik. Kita belajar dari histori supaya tidak terulang lagi, ” kata Tsamara.

Video itu di posting di account Facebook PSI pada 25 Mei 2018. Pada posting tercatat info yaitu ‘Pemerintahan otoritarian ala Orde Baru membuahkan korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN) besar-besaran di badan pemerintah. Satu trauma bangsa yang tidak bisa lagi terulang lagi. ‘

Komune Penggemar Soeharto Sejati (Citos) lalu memberikan laporan PSI ke polisi berkaitan video rezim Orba itu. Kuasa Hukum Citos, Anthony Siagian menyangka PSI mengungkit video-video Orde Baru cuma untuk kebutuhan politik

” (Yang dilaporkan) masalah video viral, PSI memviralkan momen Orde Baru jaman kepemimpinan Soeharto, dimana momen itu hampir semuanya tidak paham siapa dalangnya, belumlah diadili, apalagi beliau telah wafat, ” papar Anthony pada detikcom, Kamis (26/7/2018).

” Kami menyangka ini diungkit kembali untuk kepopuleran PSI, ” katanya.

Laporan Anthony tertuang dalam nomer laporan LP/3548/VII/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 7 Juli 2018. Dalam laporan itu, Anthony menyampaikan PSI dengan dakwaan Masalah 28 ayat (2) jo Masalah 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 mengenai Info serta Transaksi Elektronik (ITE).