Penemuan Jasad Bayi Sudah Temui Titik Terang Asalnya

Penemuan Jasad Bayi Sudah Temui Titik Terang Asalnya – Penemuan jasad bayi yang mengagetkan masyarakat Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri di hari Senin (3/12/2018) yang lalu pada akhirnya menjumpai titik jelas. Terakhir didapati bila bayi ini adalah hasil jalinan gelap.

Ke-2 orang tuanya ialah pasangan muda. Ibunya berinisial LI (18), masyarakat Dusun Kasembon, Desa Dungus, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri serta ayahnya ialah AIA (18), masyarakat Dusun Bukaan, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

LI berstatus menjadi mahasiswi salah satunya perguruan tinggi Islam di Kabupaten Tulungagung, sedang AIA terdaftar menjadi santri di salah satunya ponpes di Kabupaten Jombang.

“Cerita kasih kedua-duanya bermula dari perjumpaan sebelum lulus sekolah. Satunya dari Kecamatan Kepung, satunya dari Kecamatan Kunjang. Lantas kedua-duanya berpisah sebab menuntut pengetahuan,” papar Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih, Kamis (3/1/2019).

Pasangan ini juga melakukan jalinan jarak jauh. Akan tetapi sebab jarang berjumpa, satu saat kedua-duanya terbujuk oleh nafsu serta lakukan jalinan suami istri sampai pada akhirnya LI memiliki kandungan.

Kehamilan LI sukses tidak terdeteksi. Sampai akhirnya di hari Minggu (2/12/2018) seputar jam 04.00 WIB, LI terasa akan melahirkan.

“LI itu tinggal di kos-kosan di salah satunya lokasi Tulungagung. LI lakukan proses kelahirannya sendiri tiada pertolongan orang yang lain. Sebab takut bayi itu bersuara serta terdengar tetangga kos, LI langsung mencekik bayi itu sampai wafat,” jelas Kapolres Kediri, AKBP Ronny Faisol.

Takut nada tangis bayinya terdengar sampai ke tetangga kos, LI akan memutuskan mencekik bayinya yang sejenis kelamin lelaki saat 30 menit.

Sesudah wafat, LI masukkan bayinya ke kantong kresek serta mengontak sang kekasih. Waktu itu dia menyampaikan kabar jika bayi mereka sudah lahir.

LI lalu minta bayi itu dibuang. Kedua-duanya lantas janji untuk berjumpa di Desa Blaru, Kecamatan Badas dengan bayi yang ada pada kantong kresek dimasukkan ke jok motor.

“Sesudah berjumpa dengan AIA, ke-2 aktor setuju untuk mengubur buah hatinya di belakang rumah nenek terduga AIA di Desa Keling, Kecamatan Kepung,” papar Ronny.

Sesampainya di dalam rumah, AIA menggali tanah dibawah pohon bambu yang berada di belakang rumah tetangganya, Sumarti (63) di Kecamatan Kepung. Di situlah dia memperoleh inspirasi untuk mengubur bayinya di pekarangan belakang rumah Sumarti.

Kebetulan dibagian belakang rumah Sumarti memang banyak ditumbuhi rumpun bambu hingga dipandang bisa menutupi kuburan bayinya. AIA lalu mencangkul tanah serta menguburkan bayinya.

“Jadi cukuplah sadis ya. Aktor membawa jasad bayi di tas kresek lantas dimasukkan dalam jok sepeda motor serta dibawa dari Tulungagung, ke Jombang serta pada akhirnya dikubur di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri,” jelas Hanif.

Sumarti (63) lalu menemukannya di hari Senin (3/12/2018). Waktu itu Sumarti mengakui akan buang popok bayi. Akan tetapi dia berprasangka buruk ada gundukan tanah baru di belakang tempat tinggalnya. Dia lalu minta anaknya mengecek gundukan itu serta diketemukan jasad bayi.

“Saya punya niat buang popok, tetapi kaget di belakang rumah ada gundukan tanah seperti kuburan, lantas saya meminta tolong anak saya mengecek. Diketemukan jasad bayi, kami lapor polisi,” jelas Sumarti.

Polisi sukses membuka jati diri ke-2 aktor karena laporan masyarakat yang lihat gerak-gerik AIA yang meresahkan di hari Senin (3/12). Masyarakat ikut lihat aktor ada di dalam rumah neneknya malam itu.

“Saat malam hari sebelum penemuan terduga tampak ada di belakang rumah, pas di tempat penguburan bayi. Sesudah malam itu AIA langsung balik ke pondoknya,” imbuhnya.

Atas basic keraguan itu, kepolisian langsung mendatangi pondok dimana AIA menuntut pengetahuan untuk diminta info. Sesudah AIA ditangkap, polisi lalu berjalan ke arah kos LI.

“Sesudah kita kunjungi kosan LI nyatanya benar. Bekas-bekas baru melahirkan masih tetap ada seperti bercak darah di sprei. Pada akhirnya di hari itu ikut (4/12) LI serta AIA kita amankan di Mapolres,” pungkasnya.

Ke-2 aktor terancam dengan masalah 380 mengenai pembunuhan merencanakan dengan intimidasi optimal 15 tahun penjara.