Korban Tewas Di Tanah Abang Karena Tertembak Di Dada

Korban Tewas Di Tanah Abang Karena Tertembak Di Dada – Faksi Rumah Sakit Budi Kemuliaan membetulkan ada korban meninggal karena tertembak di muka Pasar Blok A Tanah Abang. Korban meninggal itu bernama Farhan Syafero (30) beralamat tinggal di Kampung Rawakalong, Kelurahan Grogol, Kota Depok.

Direktur RS Budi Kemuliaan Fahrul W Arbi menjelaskan sekarang ini korban meninggal itu telah dibawa ke RSCM Cipto Mangunkusumo.

“Korban waktu hadir belum wafat, jadi sudah sempat diresusitasi lalu tidak tertolong serta kita mengontak keluarga serta kita kirim ke RSCM Cipto,” tutur Fahrul di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, Rabu (22/5).

Fahrul menjelaskan korban wafat sebab mendapatkan tembakan dibagian dada. Saat dikerjakan perlakuan pertama, nyawa korban tidak tertolong.

“Wafatnya sebab ada cedera tembak tembus ke belakang dari dada, mungkin tentang paru-paru. Kan ada pneumotoraks. Pneumotoraks itu selaput paru robek hingga hawa terkumpul disana serta terkena pembuluh darah besar,” jelas ia.

Ia meneruskan, sampai jam 6.15 WIB, faksinya telah terima 17 pasien. Mereka dibawa ke rumah sakit sebab beberapa jenis karena, seperti terserang tembakan. Dua salah satunya, lanjut Fahrul, telah dirujuk ke RS Tarakan.

“Korban yang lain ada yang terserang cedera tembak di betis, tangan, sendi pundak, ada yang dikirim ke RS Tarakan sebab memerlukan aksi bedah,” tukas ia.

Kepala Biro Penerangan Warga Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo waktu di konfirmasi terpisah mengatakan jika polisi semenjak jauh hari sudah mewanti-wanti akan ada faksi ke-3 yang manfaatkan tindakan unjuk rasa.

Dedi mengatakan faksinya masih memeriksa berita korban meninggal tertembak. Ia mengaku team pengemanan unjuk rasa tidak diberi oleh peluru tajam serta senjata api.

“Masih dicek (korban tembak). Yang butuh dikatakan jika aparat keamanan dalam perlindungan unjuk rasa tidak diberi oleh peluru tajam serta senjata api,” kata Dedi.