Dunia Jurnalis Mencela Penjarakan Dua Jurnalis Asing Di Myanmar

Dunia Jurnalis Mencela Penjarakan Dua Jurnalis Asing Di Myanmar – Dunia internasional mencela pemenjaraan dua jurnalis asing di Myanmar. Akan tetapi pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi tidak memberi komentar apa pun tentang pemenjaraan itu.

Seseorang petinggi Myanmar membela sikap diam Suu Kyi itu. Menurut dia, sikap Suu Kyi itu adalah keengganan untuk mengkritik pengadilan negara itu.

Jurnalis Wa Lone (32) serta Kyaw Soe Oo (28) diamankan waktu memberikan laporan mengenai kekejaman yang berlangsung saat operasi militer Myanmar, yang mengakibatkan seputar 700 ribu masyarakat Rohingya kabur ke Bangladesh tahun kemarin.

Pengadilan Yangon pada Senin (3/9) mengatakan ke-2 jurnalis Reuters itu bersalah berdasar pada Undang-Undang Rahasia Sah serta menjatuhkan hukuman penjara semasing saat 7 tahun. Vonis itu menyebabkan kemarahan PBB, Uni Eropa serta Amerika Serikat, dan kelompok-kelompok HAM serta media.

Suu Kyi juga memetik hujatan karena sikap diamnya atas masalah serta vonis itu. Akan tetapi Aung Hla Tun, Wakil Menteri Info Myanmar, membela sikap diam peraih Nobel itu.

“Mengkritik skema pengadilan akan sama juga dengan penghinaan pada pengadilan,” tutur Tun menuturkan mengenai sikap diam Suu Kyi seperti diambil kantor berita AFP, Selasa (4/9/2018). “Saya duga dia tidak akan lakukan itu,” tambah bekas jurnalis Reuters yang sekarang bekerja untuk pemerintah Myanmar itu.

Beberapa pengacara ke-2 jurnalis itu akan ajukan banding atas putusan pengadilan itu. Selanjutnya, presiden negeri itu, yang disebut sekutu dekat Suu Kyi, dapat memberi pengampunan buat beberapa tahanan.

Awal mulanya pada April lantas, presiden Myanmar memberi pengampunan buat 8.500 tahanan, termasuk juga 36 orang yang dipandang seperti tahanan politik.