Diskon Besar Garuda Berdampak Kerugian

Diskon Besar Garuda Berdampak Kerugian – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akui menelan kerugian sebesar US$12 juta atau sama dengan Rp168 miliar pada awal April 2019. Ini berlangsung karena perusahaan membanting harga ticket pesawat dengan potongan harga besaran dari 35 % sampai 50 %.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan kerugian itu berlaku untuk penjualan ticket pesawat dari 1 April sampai 12 April 2019. Akan tetapi, dia tidak menerangkan selanjutnya penjualan untuk rute mana saja yang berperan atas kerugian itu.

“Jadi biaya disuruh turun, kami beri promo sampai 35 % lalu 50 %, itu kami rugi,” sebut Pikri, Selasa (21/5).

Didapati, Garuda Indonesia memang memberi ticket promosi lewat program Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) Festival pada 1-12 April 2019 kemarin. Pemberian potongan harga dikerjakan sekaligus juga memperingati HUT Kementerian Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) ke 21.

“Himbauan untuk memberi potongan harga pada pemakai layanan,” jelas Pikri.

Meskipun dalam kurun waktu 12 hari Garuda Indonesia mendulang kerugian, tetapi Pikri masih optimis kapasitas keuangannya pada kuartal II 2019 akan kembali mencatatkan laba bersih seperti kuartal I 2019.

Bahkan juga, penurunan biaya batas atas (TBA) ticket pesawat yang baru diresmikan oleh Kementerian Perhubungan tidak membuat Garuda Indonesia pesimis untuk memperoleh laba bersih tahun ini.

“Masih laba bersih, kelak kan banyak rekonsilasi,” paparnya.

Dia memberikan contoh, satu bentuk efisiensi yang dikerjakan ialah kurangi promosi untuk waktu akan datang. Diluar itu, maskapai pelat merah ini akan kurangi beberapa rute.

“Kami selalu pelajari. Harga promosi hilang, kami kurangi. Saat ini harga rendah, promosi dikurangi,” jelas Pikri.

Sesaat, rute yang akan ditutup ialah Jakarta-London. Lalu, rute Jakarta-Amsterdam akan dikurangi jumlahnya frekwensi penerbangannya.

“Rute Singapura-Belitung juga kami tutup, jadi kami cocokkan semua,” papar Pikri.

Didapati, pemerintah sah turunkan biaya batas atas dari mulai 12 % sampai 16 %. Ketentuan ini tertuang dalam Ketetapan Menteri Perhubungan Nomer KM 106 Tahun 2019 mengenai Biaya Batas Atas Penumpang Service Kelas Ekonomi Angkutan Hawa Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Beleid itu menukar Ketetapan Menteri Nomer 72 Tahun 2019 tahun 2019 mengenai Biaya Batas Atas Penumpang Service Kelas Ekonomi Angkutan Hawa Niaga Berjadwal Dalam Negeri.