Diduga Ada Tindak Pidana, Polisi di Kudus Bongkar Makam Ibu Muda

Diduga Ada Tindak Pidana, Polisi di Kudus Bongkar Makam Ibu Muda – Polres Kudus membuka makam di Makam Islam Mbah Gringsing, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu. Polisi lakukan pembongkaran makam seseorang ibu muda yg kematiannya tidak lumrah.

Makam yg dibongkar petugas ialah makam Dewi Murtosiyah (22) buat dijalankan autopsi. Kala pembongkaran serta autopsi, beberapa ratus masyarakat memadati lebih kurang makam itu, Minggu (17/2/2019) .

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto memaparkan, polisi lakukan pembongkaran makam korban buat memahami dengan tentunya yang memicu kematian korban.

Lantaran keluarga korban mencurigai itu jadi mereka lapor ke polres. Polisi lakukan penyidikan, diketemukan dari sejumlah tenaga medis ada empat orang bidan desa dari Puskesmas Undaan yg lakukan kontrol pada korban kala itu.

Menurut dia, dari kontrol itu dikira ada luka lebam di leher, kepala serta di dadanya. Lantaran tetap ada info yang perlu digali, selanjutnya suami diminta info hari Jumat (15/2/2019) . Terhadap polisi, suami tidak mengaku lakukan tindakan. Selanjutnya dilihatkan sejumlah photo sesudah korban wafat.

Selanjutnya dari pihak suami mengakui semua tindakannya. Suami memaparkan ke polisi, jika sore sebelum hari peristiwa, berlangsung pertikaian sampai kepala korban terbentur tembok, sampai alami luka atau memar di sisi kanan.

Esoknya, pagi waktu 05. 00 WIB kala korban ingin ke kamar mandi, berdasarkan info suami, korban didorongnya sampai terbentur kursi dadanya. Hingga menjadikan korban tidak sadarkan diri. Lantaran kuatir, suaminya ambil selendang, diikatkan dibawah tangga.

Selanjutnya korban ditarik serta disandarkan di samping tembok. Dengan selendang itu, leher korban dililitkan. Selanjutnya waktu 06. 00 WIB pagi, suami teriak meminta tolog. Selanjutnya keluarga serta tetangga memandang ke rumah, serta memandang korban udah dalam kondisi wafat.

Sesudah dicheck dengan luar, korban dibawa ke Kaliwungu ke rumah keluarga aslinya serta disemayamkan di Desa Kedungdowo. Dari info saksi mempercayai ada sekian banyak luka kala korban dimandikan. Sejumlah alur awal serta hasil autopsi dari DVI Polda Jateng yg di pimpin AKBP dr Ratna Relawati spesialis forensik, serta dibantu tiga dokter spesialis serta lima orang co ass, menemukannya sejumlah luka.

Menurutnya, motif aktor lakukan perbuatan lantaran murni ekonomi, tidak ada orang yang lain, atau dalam makna orang ke-3. Didapati, suami ini kerap kesal lantaran korban habis melahirkan 29 Januari 2019, sering memerintahnya. Korban awal mulanya melahirkan bayi pertamanya dengan operasi cesar di RS Mardi Rahayu Kudus.

Terduga dijaring Kasus 44 ayat 3 UU PKDRT bahaya 15 tahun. Aktor spontan. Keluarg korban lapor Selasa dari keluarga mau menarik lantaran tidak ada ongkos.