Hasil ini Positif Buat Ducati Lantaran Dua Pembalap Mereka Dapat Kuasai Session

Hasil ini Positif Buat Ducati Lantaran Dua Pembalap Mereka Dapat Kuasai Session – Andrea Dovizioso suka bab kecepatan Desmosedici GP19 milik dia di tes MotoGP Jerez. Tetapi ada hal-hal lain yang membuat masih tetap ingin tahu.

Dovizioso merampungkan tes MotoGP Jerez, Rabu (28/11/2018) di tempat dua. Catatan terbaik merupakan satu menit 38, 185 detik, yang manakah 0, 217 detik dari Danilo Petrucci jadi rider paling cepat.

Hasil ini positif buat Ducati lantaran dua pembalap pokok mereka dapat kuasai session. Dovizioso sendiri tidak ada soal dengan kecepatan yang diperlihatkan tunggangannya.

Tetapi rider asal Italia itu masih tetap ingin tahu bab penambahan kapabilitas menikung Desmosedici. Pada tes di Valencia minggu lantas, ia pernah rasakan ada suatu hal yang menarik dalam segi ini dengan bekal sasis baru yang dibawakan Ducati.

Tetapi di tes kesempatan ini hal sama tidak dapat dirasakannya.

” Saya senang bab kecepatan, tetapi kami di sini buat lakukan hal-hal lain, kami pingin menyadari motor ini, kami mesti coba memberi timbal balik terunggul. Ini hari kami tidak dapat mengonfirmasi perasaan lebih baik bab mesin baru seperti yang kami rasakan di Valencia, ” kata Dovizioso dilansir Crash.

” Kami saat ini pingin menyadari lebih baik pemicunya, serta mungkin kami mesti coba kembali besok melalui langkah tidak serupa. Lantaran ini senantiasa berlangsung disaat Anda mencari detail-detail kecil mirip ini, tidak ringan dimengerti serta rasakan dengan pas apakah yang berlangsung. “

” Jadi untungnya motor kerja dengan baik, kecepatannya begitu bagus, tetapi kami tidak tingkatkan kapabilitas motor. Jadi ini merupakan konfirmasi jika basis kami bagus, tetapi kami ingin pulang dengan gagasan yang lebih jelas, serta saya berharap besok saya tidak rasakan sakit buat meluncur serta membuat perbandingan. “

” Lantaran kami di sini buat mendapat perbandingan itu serta ini hari hal sama tidak berlangsung seperti waktu di Valencia. Tetapi seperti yang saya ungkapkan, ini terperinci yang begitu kecil. Tidak ringan

Marquez Akan Samai Rekor Pole Rossi Andai Mampu Start Terdepan di Jerez

Marquez Akan Samai Rekor Pole Rossi Andai Mampu Start Terdepan di Jerez – Rider Repsol Honda Marc Marquez dinanti satu catatan di MotoGP Spanyol, akhir minggu ini. Marquez bisa jadi menyamakan rekor pole punya Valentino Rossi.

Marquez ada jadi kemampuan menguasai semenjak jalani kiprah di kelas premier pada 2013. Pembalap berumur 26 tahun itu sukses tampil jadi juara dunia di lima dari enam tahun pertamanya.

Sampai sekarang ini, Marquez sudah mencatat 45 kemenangan, 79 tribune, serta 54 pole position dalam 111 balapan. Dengan jumlahnya pole itu, Marquez jadi pembalap ke-3 dengan pole paling banyak di kelas primer.

Marquez akan menyamakan rekor pole Rossi [55] misal dapat start paling depan di balapan Jerez, Minggu (5/5/2019). Pembalap legendaris Mick Doohan masih menggenggam rekor pole paling banyak di kelas paling penting ini dengan 58 pole.

Mencapai pole di MotoGP Spanyol bisa menjadi rintangan tertentu buat Marquez. Masalahnya Marquez baru sekali mencapainya di 2014, untuk merampas hanya satu kemenangan disana.

Bagaimana juga rekor itu masih dapat diraih, mengingat Marquez tetap start di baris paling depan di empat seri yang lain. Bekas juara dunia Moto2 ini hanya sekali start dari tempat ke lima, alias baris ke-2.

Tersebut statistik mendekati MotoGP Spanyol 2019:

7 – Tidak ada pembalap yang memenangkan GP Spanyol semakin banyak dibanding Rossi.

8 – Delapan dari 11 balapan GP Spanyol dimenangkan oleh rider-rider Spanyol.

5 – Rossi serta Jorge Lorenzo merampas pole position paling banyak dalam riwayat balapan ini dengan lima pole.

4 – Lorenzo bisa jadi finish di luar 10 besar di empat balapan pertama pada sebuah musim MotoGP untuk ke-2 kalinya berturut-turut, yang pertama dalam karirnya.

54 – Marquez bisa jadi menyamakan Rossi [55] jadi peraih pole paling banyak di kelas premier, cuma kalah dari Mick Doohan [58].

6 – Marquez tetap finish tribune di tiap dari enam balapan MotoGP Spanyol.

Hadapi Tantangan Besar, Sirkuit Jerez Bukanlah Tempat yang Ramah untuk Dovizioso

Hadapi Tantangan Besar, Sirkuit Jerez Bukanlah Tempat yang Ramah untuk Dovizioso – Andrea Dovizioso mempunyai catatan jelek di MotoGP Spanyol. Akhir minggu inilah mempunyai peluang untuk mengakhirinya.

Dovizioso ke arah MotoGP Spanyol akhir minggu ini dalam tempat pimpin klassemen kejuaraan. Pembalap Mission Winnow Ducati itu sekarang ini mengumpulkan 54 point dari tiga seri, unggul tiga point dari Valentino Rossi di tempat dua serta lima point dari Alex Rins di tempat tiga.

Sekarang rider 33 tahun itu melawan rintangan besar. Circuit Jerez yang mengadakan MotoGP Spanyol bukan tempat yang ramah untuk dia.

Dovizioso tidak pernah sekalinya finish di tribune semenjak naik kelas primer pada 2008 yang lalu. Hasil terbaik ialah finish ke lima.

Semenjak gabung Ducati, pembalap asal Italia ini telah enam kali balapan disana. Hasilnya ialah 2x finish ke lima, semasing sekali finish di tempat delapan serta sembilan, dan 2x tidak berhasil finish.

Musim kemarin sebetulnya Dovizioso mempunyai peluang bagus mengakhiri catatan jeleknya. Tetapi ia tidak berhasil mengakhiri balapan selesai alami kecelakaan dengan Jorge Lorenzo serta Dani Pedrosa dalam persaingan perebutan tempat dua.

Dovizioso cukuplah optimis sebab selama ini rasakan motornya kerja dengan baik. Dapat finish ke-3 di Argentina serta ke empat di Amerika Serikat jadi signal positif, mengingat dua track ini dengan kisah cukuplah susah untuk Ducati.

“Kami datang di Jerez dalam tempat pimpin, tetapi lebih dari itu, saya khususnya suka dengan perasaan diatas motor selama ini. Daya saing kami telah jauh bertambah serta kami sukses bertahan di trek-trek yang dengan kisah susah buat kami,” papar Dovizioso.

“Tetapi pada saat yang juga sama benar jika ada semakin banyak pembalap dapat berkompetisi untuk tribune serta musim baru diawali. Saya meyakini di Jerez, kami akan dapat tampil lebih kuat dari mulanya.”

“Tahun kemarin dalam balapan kami telah tunjukkan progres. Tetapi kami tetap perlu berlaku rendah hati serta kerja keras untuk bikin penambahan semakin banyak serta jadi kompetitor juara di tiap track,” imbuhnya.