BMKG Mencatat Semenjak Senin (6/5) Bibit Siklon Tropis Dengan Kode 93S Terpantau

BMKG Mencatat Semenjak Senin (6/5) Bibit Siklon Tropis Dengan Kode 93S Terpantau – Tubuh Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG) memberi teguran intimidasi berlangsungnya cuaca berlebihan di daerah Indonesia Timur.

Atas basic itu, tubuh itu juga menyarankan kesiagaan serta kehati-hatian dari efek yang dapat diakibatkan sampai kekuatan masalah transportasi laut.

BMKG mencatat semenjak Senin (6/5) bibit siklon tropis dengan kode 93S terpantau ada di Laut Banda, samping selatan Maluku.

‘Dari hasil pengamatan BMKG, didapati bibit siklon tropis itu mempunyai kecepatan angin maximum di pusatnya sampai 25 knot serta desakan minimal sampai 1006 hPa,’ demikian tayangan wartawan BMKG yang di tandatangani Deputi Bagian Meteorologi Mulyono R Prabowo yang di terima, Selasa (7/5) malam.

Dijelaskan bibit siklon itu diperkirakan kuat serta sampai intensitas siklon tropis dalam 24-48 jam.

Siklon tropis itu bergerak ke arah Selatan-Barat Daya atau menjauhi daerah Indonesia.

Walau menjauh, kehadiran bibit siklon tropis 93S itu diprakirakan menyebabkan situasi cuaca jelek di sejumlah daerah Indonesia dibagian timur. Cuaca jelek yaitu hujan dengan intensitas lebat itu dimaksud berkesempatan berlangsung di daerah Maluku sisi tenggara, serta NTT sisi timur.

‘Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam berkesempatan berlangsung di NTT, Maluku, serta Papua sisi selatan,’ demikian kelanjutan tayangan wartawan BMKG.

Diluar itu, gelombang dengan ketinggian 1,25-2,50 mtr. berkesempatan berlangsung di perairan selatan Ambon, perairan selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, perairan utara Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru sisi timur, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Diluar itu, siklus ini direncanakan dapat memunculkan gelombang dengan ketinggian 2,50-4 mtr. di Laut Banda sisi utara, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, serta Laut Arafuru sisi tengah.

Gelombang dengan ketinggian 4-6 mtr. berkesempatan berlangsung di Laut Banda sisi selatan, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, serta Laut Arafuru sisi barat.

BMKG selalu memonitor perubahan bibit siklon tropis ini setiap waktu lewat Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta yang dapat dibuka warga umum melalui situs sah tubuh itu.