Beberapa Ratus Anak Penyu Dilepasliarkan Di Pantai Samas

Beberapa Ratus Anak Penyu Dilepasliarkan Di Pantai Samas – Balai Karantina Ikan Pengaturan Kualitas serta Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta melepasliarkan beberapa ratus anak penyu atau tukik. Hal tersebut untuk meningkatkan populasi penyu yang sekarang ini terancam punah. Penyu adalah satu diantara hewan yang dilindungi.

“Ini hari kita melepasliarkan 200 ekor tukik, pelepasliaran ini untuk meningkatkan populasi penyu di Indonesia,” tutur Kepala BKIPM Yogyakarta, Hafit Rahman waktu didapati di Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Rabu (17/7/2019).

Mengingat banyaknya tukik yang dilepasliarkan, BKIPM ikut ajak beberapa puluh pelajar serta praktisi konservasi penyu untuk ikut juga dalam pelepasliaran itu. Menurut dia, hal tersebut supaya beberapa pelajar tahu jika penyu ialah hewan yang butuh dilestarikan keberadaannya.

“Beberapa pelajar menyengaja diikutsertakan supaya pahami utamanya konservasi penyu yang terus berusaha supaya jumlahnya penyu terus makin bertambah serta tidak punah,” sebut Hafit.

pelepasliaran tukik dikerjakan sore mendekati malam hari lewat cara mengalihkan tukik satu-satu dari tempat konservasi ke satu wadah plastik. Seterusnya, baik peserta serta pengunjung dikasih satu wadah plastik berisi satu tukik.

Sesudah semua peserta mendapatkan wadah plastik berisi tukik, mereka lalu ke arah ke tepi Pantai untuk melepasliarkan beberapa ratus tukik dengan bertepatan. Tidak butuh waktu lama, selesai dilepasliarkan, beberapa ratus tukik itu bergerak telusuri pasir pantai ke arah laut terlepas.

Pengiat konservasi penyu di Pantai Samas, Rujito menjelaskan, pelepasliaran tukik memang menyengaja dikerjakan jam 17.30 WIB atau sore mendekati malam hari. Hal tersebut untuk menahan predator memangsa tukik.

“Tukik yang dilepasliarkan ini baru ditetaskan tanggal 10 (Juli) tempo hari, jadi usianya baru 7 hari. Serta memang jika umur begitu harus selekasnya dilepaskan ke habitatnya,” tutur Rujito.

Pria yang sering dipanggil Mbah Dhuwur sebab postur tubuhnya yang tinggi ini meneruskan pelepasliaran ini selalu bersambung. Mengingat masih ada beberapa ratus telur penyu yang selekasnya menetas.

“Esok tnggal 19 (Juli) ada 309 telur penyu yang menetas serta jika telah siap akan dilepasliarkan ,” katanya.

Satu diantara pelajar yang turut melepasliarkan tukik, Nurika Widyasari (16) menjelaskan dia benar-benar suka dapat turut melepasliarkan tukik. Menurut dia, dengan pelepasliaran ini bisa meningkatkan kehadiran penyu di laut.

“Ini baru pertama-tama saya turut melepas tukik serta perasannya ya suka mas. Mudah-mudahan tukik yang saya lepasliarkan barusan dapat tumbuh besar,” kata Nurika.