Antisipasi Bentrok Susulan, Ratusan Polisi Jaga Buton

Antisipasi Bentrok Susulan, Ratusan Polisi Jaga Buton – Kepolisian mengerahkan hampir 300 personil di perbatasan di antara Desa Gunung Jaya serta Desa Sampoabalo, Kabupaten Buton, untuk amankan ke-2 desa itu supaya tidak berlangsung benturan susulan.

“Sekarang ini ada 3 SSK Brimob lakukan perlindungan di perbatasan ke-2 desa itu dan dibantu dua SST dari Korem serta satu SST dari Polres Berbau Bau,” tutur Kepala Biro Penerangan Warga Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/6).

Dedi menjelaskan Kapolda Sulawesi Tenggara serta Bupati sudah berkomunikasi dengan tokoh agama serta tokoh warga ditempat untuk menahan kondisi.

“Kapolda bersama dengan Danrem serta Bupati dan tokoh warga serta tokoh agama ditempat telah lakukan rapat untuk menahan kondisi disana. Serta semua masyarakat disuruh meredam diri,” katanya.

Berseteru masyarakat Desa Sampoabalo serta Desa Gunung Jaya, berlangsung pada Selasa (4/6) malam serta Rabu (5/6) siang menyebabkan dua orang wafat serta delapan orang terluka.Tawuran menyebabkan 87 rumah masyarakat dibakar hingga sekarang ini 300 masyarakat pindah.

Keonaran berawal dari konvoi muda-mudi yang dikerjakan pada malam takbiran, Selasa. Seputar 40 orang Desa Sampuabalo lakukan konvoi dengan 20 motor knalpot racing yang sama dengan bunyi berisik.

Di muka permukiman masyarakat, mereka mainkan gas motornya hingga warga Desa Gunung Jaya terusik.

Keonaran kembali berlangsung pada Rabu (6/6) saat massa Desa Sampuabalo kembali mendatangi Desa Gunung Jaya serta lakukan pembakaran rumah masyarakat memakai bom molotov.

Kepolisian mengatakan sudah kantongi jati diri provokator dalam kekacauan itu, walau belum dikerjakan penangkapan.