106 Pengunjung Tersengat Ubur-Ubur Di Parangtritis

106 Pengunjung Tersengat Ubur-Ubur Di Parangtritis – Sekitar 106 pelancong di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, tersengat ubur-ubur sepanjang libur Idul Fitri 1440 Hijriah.

Koordinator SAR Pantai Parangtritis Bantul Ali Sutanto di Posko SAR Parangtritis, menjelaskan jumlahnya pelancong yang tersengat ubur-ubur itu adalah data mulai Senin (3/6) sampai Kamis (6/6).

“Semua korban sengatan bisa kami tangani sesudah dibawa ke posko, namun pada hari Selasa (4/6) ada banyak korban cukup sesak napas serta sangat terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Rachma Husada Bantul,” kata Ali.

Ali merinci, dari 106 korban sengatan ubur-ubur itu, sekitar 80 pelancong tersengat di Pantai Parangtritis serta 26 pelancong tersengat di Pantai Depok atau pantai samping barat Parangtritis.

“Untuk hari Jumat (7/6) sampai petang tidak ada laporan (korban sengatan). Ini sebab cuacanya yang tidak ada angin serta tidak dingin. Umumnya (ubur-ubur) itu keluar ke permukaan laut jika ada cahaya matahari serta ada angin,” tuturnya.

Ia menjelaskan, keadaan alam yang condong mendung atau langit tertutup awan ini jadi pemicu ubur-ubur tidak naik ke permukaan. Berlainan dengan hari awalnya, Kamis (6/6) yang panas.

“Tidak dapat diyakinkan, sebab sepanjang masih ada cuaca dingin serta angin kencang tentu ada (ubur-ubur ada). Infonya di wilayah Pantai Glagah, Kulon Progo, cukup banyak, mungkin terikut arus ke barat,” tuturnya.

Menurut dia sengatan ubur-ubur itu tidaklah terlalu membahayakan buat korban, tetapi akan membuat sisi perut korban berasa panas. Buat korban yang tidak kuat atau punyai kisah sesak nafas dapat menyebabkan kumat.

Penyembuhan pada korban sengatan ubur-ubur, katanya, umumnya diolesi minyak untuk menurunkan panas serta istirahat sekian waktu. Posko SAR sudah menyiapkan obat-obatan untuk pertolongan pertama pada korban.